Feeds:
Pos
Komentar

budidaya anggrek bulan

Anggrek dalam penggolongan taksonomi termasuk ke dalam famili Orchidaceae. Phalaenopsis berasal dari Yunani, yaitu plaenos yang berarti “kupu” dan opsis yang berarti “melihat”.

Dalam taksonomi tumbuhan menurut Cronguis (1981) dan Sukardi (1991) klasifikasi anggrek adalah sebagai berikut :
Divisio : Magnoliopthyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Sub famili : Orchidoide
Genus : Phalaenopsis
Species : Phalaenopsis amabilis (L)
II. SYARAT TUMBUH

Anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis membutuhkan intensitas cahaya optimum antara 20%-50% dengan suhu optimum antara 180C – 290C, serta kelembaban antara 70%-80%.

III. MEDIA TUMBUH

Media tanam yang dapat digunakan untuk anggrek adalah sabut kelapa, lempengan akar pakis, moss dan sabut kelapa. Tetapi media yang lebih banyak digunakan adalah media sabut kelapa, karena sabut kelapa memiliki aerasi yang baik dan dapat menyimpan air serta memiliki pH yang cocok untuk tanaman yaitu 5,5 – 6,5 serta harganya relatif murah.

IV. TEKNIK PENANAMAN

Bibit anggrek botolan yang telah berusia 1 tahun atau daunnya sudah mencapai 1 cm dan sudah muncul 2-3 helai akar. Anggrek dikeluarkan dari botol menggunakan kawat yang dibengkokkan pada bagian ujungnya. Anggrek yang baru dikeluarkan di tanam dalam pot plastik Tiga bulan kemudian, tanaman dipindahkan ke pot yang lebih kecil yaitu ukuran 8 cm atau 10 cm dan ditanami 3-5 tanaman. Pot diisi 2/3 bagian,kemudian masukkan larutan fungisida atasi 2ml/l dan larutan pupuk organik suburi 2ml/l. Setelah 3 bulan dilakukan pemindahan tanaman (repotting), ke dalam pot yang lebih besar yaitu ukuran 18 cm dan ditanami 1 tanaman saja. Setiap 6-8 bulan sekali media diganti dengan yang baru.

V. PEMELIHARAAN

Pemeliharaan meliputi :

  • Penyiraman
    Penyiraman dilakukan sehari sekali. Jika suhu siang hari tinggi, bagian bawah rak dan lantai disiram.
  • Pemupukan
    Pemupukan dilakukan 7-10 hari sekali dan dilakukan pada pagi atau siang hari. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, karena ramah lingkungan dan mengandung unsur hara yang kompleks.
VI. HAMA DAN PENYAKIT

Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman anggrek antara lain : semut, siput atau keong, thrips, kepik atau kumbang. Semuanya dapat dikendalikan menggunakan insektisida dan molustisida.

Sedangkan penyakit yang menyerang antara lain adalah:

Penyakit yang disebabkan cendawan dapat dikendalikan dengan fungisida
  • Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dapat dikendalikan dengan bakterisida
  • Penyakit yang disebabkan oleh virus dapat dikendalikan dengan virusida atau dilakukan dengan cara mekanis yaitu membakar tanaman yang terserang dan mencegah pelukaan mekanis dengan alat yang tidak steril
  • BUDIDAYA MELON

    BUDIDAYA MELON DI LAHAN SAWAH

    cc

    PDF Cetak E-mail

    BUDIDAYA MELON DI LAHAN SAWAH

    Mayunar dan Subrata

    PENDAHULUAN

    Usaha budidaya melon (Cucumis melo) pada awalnya terdapat di Cisarua-Bogor dan Kalianda-Lampung, namun pada saat ini sudah menyebar keberbagai wilayah di Indonesia. Produsen utama buah melon di Pulau Jawa adalah Jawa Timur (Malang, Ngawi, Pacitan, Madiun) dan Jawa Tengah (Sukoharjo, Surakarta, Karang Anyar, Klaten). Khusus di Provinsi Banten, usaha budidaya melon baru dimulai pada tahun 2005, namun animo masyarakat cukup tinggi karena permintaanya cukup besar dan harganya relatif mahal, sehingga mendatangkan keuntungan yang besar bagi petani. Teknik penanaman melon yang dikembangkan saat ini tidak hanya terbatas dengan cara konvensional (ditanam ditanah atau pot) tetapi sudah menggunakan sistem hidroponik. Tanaman melon mempunyai varietas sangat banyak, dimana sebagian besar dapat tumbuh dan berkembang baik di Indonesia. Varietas yang disukai dan banyak ditanam petani adalah Sky Rocket, Honey Dew, Sun, Golden, Eagle, Emeral Jewel dan Action. Buah melon berbentuk bulat sampai lonjong, warna daging buah bermacam-macam (hijau kekuningkuningan, kuning agak putih dan jingga), bagian tengah buah terdapat mssa berlendir yang dipenuhi biji-biji kecil. Berat buah melon masak pada umumnya 0,5 – 2,5 kg, namun varietas hibrida Ten Me dan Action bisa mencapai 4 kg. Selain produksi, faktor kemanisan buah juga sangat menentukan kualitas buah melon. Upaya untuk dapat meningkatkan hasil tanaman melon dan kemanisan buahnya perlu dilakukan penambahan nutrisi yang tepat.

    KARAKTERISTIK LOKASI

    • Pertumbuhan tanaman melon dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, ketinggian tempat, penyinaran dan tekstur tanah. Tanaman melon membutuhkan suhu udara 25 – 30 0C, ketinggian tempat 0 – 2.000 m dpl, curah hujan 150 – 250 mm/bulan, kelembaban udara 70 – 80 % dan pH tanah 6 – 7.
    • Tanah yang memiliki pH 5 perlu penambahan kapur sebanyak 3 – 4 ton/ha sehingga pHnya menjadi 6 – 7. Pengapuran dilakukan satu kali dengan jalan menebar secara merata pada bedengan.
    • Budidaya dilakukan dengan sistem bedengan (lebar 100 cm dan tinggi 35 cm), sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan petakan sawah (yang ideal 10 – 15 m). Jarak antar bedengan berkisar antara 40 – 50 cm.
    • Sistem drainase harus baik agar tanaman tidak tergenang dalam waktu yang lama, karena akan menyebabkan kematian. Selain itu, peluang terserang penyakit juga lebih besar.
    • Budidaya sebaiknya dilakukan pada musim kemarau dengan luas lahan minimal 1.000 m2, sedangkan varietas yang dipilih sebaiknya sesuai permintaan pasar dan memiliki harga jual tinggi.

    KEUNTUNGAN INOVASI

    Usaha budidaya melon memiliki prospek cukup besar dilihat dari potensi lahan dan permintaan pasar yang terus meningkat. Dengan lahan terbatas (1.000 m2) diperoleh produksi antara 2,10 – 2,25 ton dengan harga jual Rp. 4.500 – 5.000,-/kg. Disamping optimalisasi pemanfaatan lahan, budidaya melon di lahan sawah juga merupakan inovasi baru bagi petani atau pengguna lainnya di dalam pengembangan usaha dan sistem agribisnis sekaligus peningkatan pendapatan masyarakat tani.

    PENERAPAN INOVASI

    • Benih yang akan ditanam terlebih dahulu disemai dalam polibag berdiameter 8 – 10 cm. Untuk lahan seluas 1.000 m2 dibutuhkan benih melon sebanyak 3 bungkus (1 bungkus + 550 biji).
    • Benih yang belum mendapat perlakukan pestisida (Seed treatment) perlu direndam dengan fungisida Benlate sebanyak 2 g/l selama 4 – 6 jam dan selanjuntnya ditiriskan. Kemudian dibungkus dengan kertas tisu dan diperam dalam wadah selama satu hari.
    • Benih yang telah diperam dan berkecambah dipindahkan ke polibag yang sudah diisi media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang serta NPK dan Furadan. Setiap polibag diisi satu butir benih (dalam lubang sedalam 1 cm), kemudian ditutup tipis dengan arang sekam.
    • Bibit ditanam setelah berumur 12 – 15 HSS atau telah mempunyai 2 – 3 helai daun sempurna (daun sejati). Bibit harus diseleksi terlebih dahulu, dimana yang penumbuhannya baik dan kurang baik ditempatkan pada bedengan berbeda.
    • Pupuk dasar berupa pupuk kandang (10 – 15 ton/ha) dan kapur dolomit (3 ton/ha) ditabur merata diatas bedengan, lalu dicangkul halus dan diratakan. Beberapa hari kemudian dipasang mulsa plastik hitam perak (sebelumnya tanah disiram sampai lembab).
    • Pembuatan lubang tanam (diameter 25 – 30 cm dan kedalaman 10 – 12 cm) dilakukan 4 – 5 hari sebelum tanam, sedangkan pemasangan ajir/turus bambu setelah penanaman. Tanah lubang tanam dicampur pupuk organik dan kapur dolomit (2 sendok makan), lalu dikembalikan kedalam lubang. Selanjuntnya pada sisi lubang ditaburkan pupuk NPK mutiara sebanyak 25 g.
    • Pupuk susulan dilakukan setelah umur 7 HST, dimana 2 kg Urea dilarutkan dalam 100 liter air. Larutan Urea tersebut disiramkan sebanyak 300 – 400 ml/lubang (jangan sampai terkena daun). Pupuk susulan selanjuntnya dilakukan setiap 10 hari sampai tanaman berumur 60 hari (pematangan buah). Pupuk susulan tersebut dengan cara melarutkan NPK mutira sebanyak 2 kg dalam 100 liter air. Larutas tersebut disiramkan sebanyak 300 – 400 ml/lubang.
    • Selanjuntnya perawatan tanaman melon meliputi penyiraman, mengikat, memangkas, seleksi bunga dan buah serta pengendalian hama dan penyakit.
    • Hama dan penyakit utama adalah oteng-oteng, ulat daun dan layu, sedangkan yang lainnya adalah lalat buah, antarknosa, busuk buah, kudis dan aphids/trips. Pengendalian oteng-oteng dilakukan dengan Pegasus 500 EC atau Supracite 40 EC, ulat daun dengan Decis 2,5 EC atau Atobron 50 EC, sedangkan layu fusarium dengan pestisida Basamid atau Benlate.
    • Agar tidak rebah dan merambat, tanaman melon yang sudah mencapai tinggi 40 – 50 cm diikatkan ke ajir/turus menggunakan tali rafia. Pengikatan dilakukan setiap jaarak 40 – 50 cm hingga tanaman melon mencapai ketinggian 2,0 m.
    • Calon buah yang dipelihara adalah bunga betina yang terdapat pada cabang lateral ruas ke 8 – 10. Buah yang dipelihara dipili yang sehat (1 buah/tanaman), sedangkan varietas yang memiliki buah berukuran besar dapat 2 buah/tanaman.
    • Buah melon dapat dipanen pada tingkat kematangan yang cukup atau 65 – 70 HST. Buah matang yang dicirikan oleh : warna buah mulai berubah, retak pada tangkai buah, jaring pada permukaan kulit buah tampak lebih tegas, aroma buah mulai menusuk hidung, buah mudah dipetik dari tangkainya, daun dekat bunga sudah mengering dan buah akan tenggelam apabila dimasukkan ke dalam air.

    Tanpa KAMU

    Tentang kita

    SAHABAT

    Kesempurnaan

    Tak seorang pun sempurna.
    Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
    Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
    Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.

    Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
    Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,
    semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.

    Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.

    Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
    Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini,
    tetapi jika anda hidup dengan benar,sekali saja sudah cukup.

    Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
    Rasa takut bukanlah untuk dinikmati,tetapi untuk dihadapi.
    Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.

    Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,
    dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya
    Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya

    Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
    Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
    Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,
    jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
    Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya
    dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya
    tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
    kalau kita tidak bisa melihat keduanya.

    Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab,
    merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,
    memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.

    Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada
    yang lebih keras dari batu,lebih tajam dari tusukan jarum,
    lebihpahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.
    Sesungguhnya hati adalah ladang,
    maka tanamkanlah ia dengan perkataan yang baik
    karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik)
    niscaya tumbuh sebagiannya

    Tidak ada simpanan yang lebih berguna
    daripada ilmu.
    Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
    Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
    Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.

    I LOVE YOU